Indonesia saat ini adalah negara pengguna facebook terbanyak kedua di dunia dengan jumlah pemakai hampir 28 juta orang! Tepatnya di angka 27.95 juta, sementara sebagai users terbanyak masih dari negara asal Facebook, Amerika dengan jumlah 140.4 juta orang. Urutan ketiga terbanyak di dunia adalah Inggris. Pengguna sedunia Facebook saat ini mencapai 500 juta orang, sedangkan Twitters sekitar 200 juta.

Dengan koneksi terhadap begitu banyak orang, dewasa ini semakin banyak pihak, baik perusahaan, lembaga, maupun individu, yang memanfaatkan jaringan social media ini sebagai media pemasaran produk dan jasa mereka. Lebih banyak pihak menyadari ini merupakan cara yang efisien dan focus dalam promosi pemasaran. Dengan demikian bila tidak memanfaatkan jaringan social ini terdapat risiko kehilangan calon konsumen yang sebenarnya begitu dekat untuk dijangkau. Apalagi, menurut data terkini, tingkat keaktifan pengguna orang Indonesia cukup tinggi untuk “Facebookers” yaitu 60%.

Selain mencari pertemanan, kegunaan Facebook memang sebenarnya untuk bersosialisasi, dimana kita bisa bertemu dengan orang dan mengetahui perkembangan apa yang terjadi, berita terbaru dan pastinya untuk menjalin silaturahmi.

Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan tidak hanya sekedar untuk branding dan sekedar announcement atau iklan. Sama halnya dengan iklan TV, facebook hanya berperan sebagai medium perantara antara pedagang dan pelanggan. Melainkan kita dapat berinteraksi langsung dengan customer/prospect customer kita sehingga komunikasi dua arah dapat dibangun yang membuat kita dapat lebih mengenal keinginan dan kebutuhan customer/prospect customer kita.

Sebagai hasilnya kita telah mengumpulkan daftar dari 11 manfaat bahwa bisnis dapat menerima dengan menggunakan Facebook dan beberapa aplikasi yang tersedia.

Manfaat bisnis menggunakan applikasi jejaring social adalah untuk:

1.      Branding

Agar dapat menjadi sumber daya yang besar untuk menghasilkan kesadaran merek. Facebook menjadi populer di antara demografi berbagai umur dan bisa menjadi titik membuat intersepsi untuk membangun hubungan Anda dengan konsumen dan prospek Anda.

2.      Keterlibatan Pelanggan

Menggunakan aplikasi agar dapat menjadi cara yang bagus untuk mengkomunikasikan promosi, kontes dan acara. Sekali lagi hal lain intersepsi yang dapat dimanfaatkan untuk memikat keterlibatan konsumen dengan merek Anda, produk Anda atau layanan Anda.

3.      Drive Web Traffic

Agar dapat bertindak sebagai titik portal untuk mengarahkan lalu lintas ke situs Anda dan properti online lainnya.

4.      Manajemen Reputasi

Dapat menjadi alat yang berguna untuk melihat apa yang pengguna katakan tentang Anda dan merek Anda. Selain itu agar profil Anda sekarang dapat diindeks di hasil pencarian dan sebagai hasilnya dapat memberikan daftar lain yang menguntungkan dalam hasil pencarian organik dari mesin.

5.      Akuisisi Pelanggan Baru

Agar memberikan kesempatan untuk menemukan konsumen Anda mungkin tidak sebaliknya ditemukan.

6.      Lead Generation

Serupa dengan poin sebelumnya adalah bahwa agar dapat bertindak sebagai alat lain yang potensial menyebabkan yang dapat digunakan untuk memenuhi syarat memimpin. Meninjau profil calon prospek dapat membantu Anda membangun hubungan dengan prospek Anda dan membantu generasi memimpin proses kualifikasi.

7.      Klien Retensi

 merupakan salah satu titik intersepsi potensial untuk membangun hubungan dengan konsumen Anda.

8.      Akses ke dunia sosial dan itu nilai yang melekat – alias faktor dingin. 

Anda tidak pernah tahu siapa yang menggunakan Facebook. Pertimbangkan skenario berikut: prospek yang potensial dapat berupa melakukan penelitian pada merek Anda atau organisasi dan dapat menggunakan Facebook untuk melihat apakah Anda memiliki kehadiran di sana. Kemudian mereka melihat bahwa Anda memiliki profil Facebook dan melihat jumlah posting positif tentang merek Anda. Hal ini pada gilirannya dapat membentuk lingkup pengaruh mereka dan bisa berakhir menjadi salah satu faktor penentu banyak seperti mengapa prospek Anda memilih lebih dari vendor lain.Persepsi bahwa Facebook adalah "IN" dan fakta yang Anda gunakan agar dapat membantu mempengaruhi persepsi mereka tentang merek Anda. Karena itu, masih ada mungkin yang anti-agar sehingga juga bisa mempengaruhi persepsi tentang merek Anda. Fakta tetap adalah bahwa agar terus mendapatkan popularitas dan tidak akan pergi dalam waktu dekat.

 

9.      Pengaruh Viral – Ambil kata Dari mulut ke tingkat yang baru. 

Tidak ada yang menarik kerumunan orang banyak seperti … Facebook cukup menarik keramaian.

10.   Komentar Mekanisme

Menggunakan Facebook dan berbagai aplikasi yang tersedia dapat membantu Anda memahami perilaku konsumen berdasarkan pembagian konten dan komentar di situs jejaring sosial.

11.   Membangun Bisnis Gunakan Kasus

Agar dapat memberi Anda kesempatan untuk membangun kasus bisnis yang sukses seperti yang Anda menargetkan pasar vertikal tertentu dengan tujuan bisnis yang spesifik.

 

Meskipun disamping sisi positif yang didapat, tetap ada kerugian Facebook bagi manajemen/perusahaan:

1.      Resiko Jejaring Sosial di Tempat Kerja

Mengapa situs jejaring sosial bisa menjadi beban? Berikut adalah beberapa penjelasan yang paling masuk akal dan bisa diterima.

2.      Berkurangnya Produktivitas

Berkurangnya produktivitas adalah alasan paling umum yang dilontarkan pihak manajemen untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial. Seperti yang pernah diberitakan di BBC News, Dewan Kota Portsmouth di Inggris melarang akses ke Facebook, Twitter, dan sejenisnya, setelah menemukan bahwa para pegawai menghabiskan hampir 400 jam sebulan di Facebook. Ini menjunjukan banyak gaji terbuang, dan membuat wajib pajak marah. Demi alasan keamanan nasional, Korps Marinir AS juga membuat keputusan yang sama sehubungan dengan Facebook. Dari beberapa pegawai yang diwawancarai Nucleus Research, ditemukan bahwa dari 77 persen pegawai yang memiliki account Facebook, 61% mengunjunginya selagi di tempat kerja selama rata-rata 15 menit per hari, yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas 1.47% dari seluruh populasi pegawai. Meskipun kita tidak bisa memastikan apakah kelompok studi ini benar-benar responsif, karena hanya berisi 237 pegawai, fakta menunjukan bahwa orang dapat dengan mudah tergoda oleh jejaring sosial dan membuang banyak waktu kerja. Studi yang dilakukanNucleus Research juga menemukan bahwa satu dari 33 pegawai membuat profil Facebook mereka di tempat kerja, dan 87% mengatakan bahwa pada dasarnya mereka membuka Facebook yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

3.      Malware, Pencurian Identitas an Kebocoran Data

Situs jejaring sosial bisa menjadi “kendaraan” pengirim malware dan spyware yang diam-diam ditanamkan cybercriminal. Program-program berbahaya ini dapat menyebar ke seluruh jaringan internal perusahaan, dan pada akhirnya mendatangkan malapetaka bagi perusahaan. Dengan menhancurkan atau menonaktifkan sistem dan data yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka, malware dapat memberi dampak yang luar biasa terhadap produktivitas, disamping “membuang-buang waktu” bagian TI. Malware dan spyware juga dapat membombardir jaringan internal dengan spam, serangan phising, dan mencuri nama user dan pasword. Selain itu, waktu yang dibutuhkan bagian TI untuk melawan malware dan serangan spyware bisa sangant mahal.

4.      Membahayakan Rahasia Perusahaan

Para cybercriminal seringkali tidak perlu spyware canggih untuk mendapatkan informasi rahasia perusahaan. Para pengguna jejaring sosial yang naif seringkali lebih terbuka tentang informasi pribadi atau rahasia di situs jejaring sosial. Meskipun pengguna Facebook dapat membatasi halaman mereka ke sejumlah “teman-teman saja, banyak pengguna yang membuka profil mereka ke publik dan berteman dengan orang tidak dikenal, termasuk “kolega” tidak dikenal yang mengaku bagian dari perusahaan yang sama (terutama di perusahaan besar, dimana kita tidak bisa mengenal semuannya).

Pembicaraan dengan “kolega” ini dapat mengarah ke rahasia perusahaan. Nucleus Research mengambil contoh peraawat rumah sakit yang berbagi informasi pasien dengan perawat shift berikutnya melalui Facebook. Jika ada teman-teman Facebook lain dari perawat tersebut yang bukan pegawai rumah sakit, rumah sakit bisa dinyatakan melanggar peraturan HIPAA. Hal serupa bisa terjadi pada pengacara yang melanggar kerahasiaan klien dengan cara yang sama. Selain itu, jika pengacara memberikan nasehat hukum teman-teman Facebook, mereka secara tidak sadar telah berada dalam status pengacara/klien.

Nucleus juga mencatat adanya tren di kalangan user yang menggunakan Facebook sebagai platform e-mail alternatif. Meskipun banyak perusahaan memonitor account e-mail biasa, jika mereka tidak dapat atau tidak memonitor Facebook pengguna dapat menghindari kontrol e-mail perusahaan, dan secara sengaja atau tidak sengaja melanggar kebijakan perusahaan.

5.      Konsumsi Bandwidth

Video, media streaming lainnya dan download lain dari situs media sosial, seperti YouTube, MySpace, dan Flicker dapat mengonsumsi sejumlah besar bandwidht. Ketika pegawai sibuk mendownload video misalnya, aplikasi bisnis penting bisa menjadi sangat lambat. Jika perusahaan tidak membatasi akses ke situs-situs tersebut, mereka akan mengalami penurunan produktivitas atau menambah investasi dengan memperbesar bandwidth.

6.      Risiko Reputasi Terbuka

Melesatnya promosi online lewat media ini bukannya tanpa risiko bagi pihak atau perusahaan yang memanfaatkannya. Perusahaan sekarang menjadi terbuka terhadap opini public. Risiko apa yang terbuka di sini? Terutama adalah risiko reputasi (reputation risk) . Memasuki ranah diminta pengguna media social dapat memberi komentar apa saja merupakan risiko yang dapat mengganggu bisnis perusahaan, khususnya apabila pernyataan negative yang mendominasi komentar.

Sehingga perlu sosialisasi berkelanjutan agar penggunaan jejaring social ini dapat produktif yakni : sosialisasi pegawai yang berkelanjutan, aturan dan sanksi, dan menggunakan web filtering.

1.      Sosialisasi

Setiap pegawai yang mengirin e-mail, SMS, instant message atau mengakses situs Internet manapun, tidak hanya situs jejaring sosial, harus mengetahui bahaya malware, virus, pencurian identitas, kebocoran data, dan terungkapnya rahasia perusahaan. Untuk itu, perlu adanya sosialisasi bagi para pegawai, dan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari orientasi pegawai baru. Karena jaringan sosial sangat populer, dan menjadi tempat kerja kedua bagi banyak pegawai. Perlu adanya perhatian khusus terhadap informasi perusahaan yang terekspos di situs tersebut. Jika memang relevan, perlu adanya konsleting tentang kerahasiaan dan perlindungan hukum.

2.      Persiapan dan Knowledge Management
Itu sebabnya, perangkat social media harus dipersiapkan sebaiknya. Ketika itu diluncurkan, masalah management memegang peranan sangat penting. Harus diupayakan adanya partisipasi user yang aktif. Moderator harus smart untuk mendorong ramainya conversation yang produktif: ramai dan bermanfaat. Perusahaan yang sigap, akan siap menanggapi kritik online terbuka.

Sumber:

www.marketing-jive.com/2007/09/11-business-benefits-of-using-facebook.html

http://vibizmanagement.com/journal/index/category/risk_management/78/60

 

 

 

BERITA BINUS : Selamat Paskah 2014

Tugas Personal 5 – Manfaat facebook bagi perusahaan

 

Indonesia saat ini adalah negara pengguna facebook terbanyak kedua di dunia dengan jumlah pemakai hampir 28 juta orang! Tepatnya di angka 27.95 juta, sementara sebagai users terbanyak masih dari negara asal Facebook, Amerika dengan jumlah 140.4 juta orang. Urutan ketiga terbanyak di dunia adalah Inggris. Pengguna sedunia Facebook saat ini mencapai 500 juta orang, sedangkan Twitters sekitar 200 juta.

Dengan koneksi terhadap begitu banyak orang, dewasa ini semakin banyak pihak, baik perusahaan, lembaga, maupun individu, yang memanfaatkan jaringan social media ini sebagai media pemasaran produk dan jasa mereka. Lebih banyak pihak menyadari ini merupakan cara yang efisien dan focus dalam promosi pemasaran. Dengan demikian bila tidak memanfaatkan jaringan social ini terdapat risiko kehilangan calon konsumen yang sebenarnya begitu dekat untuk dijangkau. Apalagi, menurut data terkini, tingkat keaktifan pengguna orang Indonesia cukup tinggi untuk “Facebookers” yaitu 60%.

Selain mencari pertemanan, kegunaan Facebook memang sebenarnya untuk bersosialisasi, dimana kita bisa bertemu dengan orang dan mengetahui perkembangan apa yang terjadi, berita terbaru dan pastinya untuk menjalin silaturahmi.

Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan tidak hanya sekedar untuk branding dan sekedar announcement atau iklan. Sama halnya dengan iklan TV, facebook hanya berperan sebagai medium perantara antara pedagang dan pelanggan. Melainkan kita dapat berinteraksi langsung dengan customer/prospect customer kita sehingga komunikasi dua arah dapat dibangun yang membuat kita dapat lebih mengenal keinginan dan kebutuhan customer/prospect customer kita.

Sebagai hasilnya kita telah mengumpulkan daftar dari 11 manfaat bahwa bisnis dapat menerima dengan menggunakan Facebook dan beberapa aplikasi yang tersedia.

Manfaat bisnis menggunakan applikasi jejaring social adalah untuk:

1.      Branding

Agar dapat menjadi sumber daya yang besar untuk menghasilkan kesadaran merek. Facebook menjadi populer di antara demografi berbagai umur dan bisa menjadi titik membuat intersepsi untuk membangun hubungan Anda dengan konsumen dan prospek Anda.

2.      Keterlibatan Pelanggan

Menggunakan aplikasi agar dapat menjadi cara yang bagus untuk mengkomunikasikan promosi, kontes dan acara. Sekali lagi hal lain intersepsi yang dapat dimanfaatkan untuk memikat keterlibatan konsumen dengan merek Anda, produk Anda atau layanan Anda.

3.      Drive Web Traffic

Agar dapat bertindak sebagai titik portal untuk mengarahkan lalu lintas ke situs Anda dan properti online lainnya.

4.      Manajemen Reputasi

Dapat menjadi alat yang berguna untuk melihat apa yang pengguna katakan tentang Anda dan merek Anda. Selain itu agar profil Anda sekarang dapat diindeks di hasil pencarian dan sebagai hasilnya dapat memberikan daftar lain yang menguntungkan dalam hasil pencarian organik dari mesin.

5.      Akuisisi Pelanggan Baru

Agar memberikan kesempatan untuk menemukan konsumen Anda mungkin tidak sebaliknya ditemukan.

6.      Lead Generation

Serupa dengan poin sebelumnya adalah bahwa agar dapat bertindak sebagai alat lain yang potensial menyebabkan yang dapat digunakan untuk memenuhi syarat memimpin. Meninjau profil calon prospek dapat membantu Anda membangun hubungan dengan prospek Anda dan membantu generasi memimpin proses kualifikasi.

7.      Klien Retensi

 merupakan salah satu titik intersepsi potensial untuk membangun hubungan dengan konsumen Anda.

8.      Akses ke dunia sosial dan itu nilai yang melekat – alias faktor dingin. 

Anda tidak pernah tahu siapa yang menggunakan Facebook. Pertimbangkan skenario berikut: prospek yang potensial dapat berupa melakukan penelitian pada merek Anda atau organisasi dan dapat menggunakan Facebook untuk melihat apakah Anda memiliki kehadiran di sana. Kemudian mereka melihat bahwa Anda memiliki profil Facebook dan melihat jumlah posting positif tentang merek Anda. Hal ini pada gilirannya dapat membentuk lingkup pengaruh mereka dan bisa berakhir menjadi salah satu faktor penentu banyak seperti mengapa prospek Anda memilih lebih dari vendor lain.Persepsi bahwa Facebook adalah "IN" dan fakta yang Anda gunakan agar dapat membantu mempengaruhi persepsi mereka tentang merek Anda. Karena itu, masih ada mungkin yang anti-agar sehingga juga bisa mempengaruhi persepsi tentang merek Anda. Fakta tetap adalah bahwa agar terus mendapatkan popularitas dan tidak akan pergi dalam waktu dekat.

 

9.      Pengaruh Viral – Ambil kata Dari mulut ke tingkat yang baru. 

Tidak ada yang menarik kerumunan orang banyak seperti … Facebook cukup menarik keramaian.

10.   Komentar Mekanisme

Menggunakan Facebook dan berbagai aplikasi yang tersedia dapat membantu Anda memahami perilaku konsumen berdasarkan pembagian konten dan komentar di situs jejaring sosial.

11.   Membangun Bisnis Gunakan Kasus

Agar dapat memberi Anda kesempatan untuk membangun kasus bisnis yang sukses seperti yang Anda menargetkan pasar vertikal tertentu dengan tujuan bisnis yang spesifik.

 

Meskipun disamping sisi positif yang didapat, tetap ada kerugian Facebook bagi manajemen/perusahaan:

1.      Resiko Jejaring Sosial di Tempat Kerja

Mengapa situs jejaring sosial bisa menjadi beban? Berikut adalah beberapa penjelasan yang paling masuk akal dan bisa diterima.

2.      Berkurangnya Produktivitas

Berkurangnya produktivitas adalah alasan paling umum yang dilontarkan pihak manajemen untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial. Seperti yang pernah diberitakan di BBC News, Dewan Kota Portsmouth di Inggris melarang akses ke Facebook, Twitter, dan sejenisnya, setelah menemukan bahwa para pegawai menghabiskan hampir 400 jam sebulan di Facebook. Ini menjunjukan banyak gaji terbuang, dan membuat wajib pajak marah. Demi alasan keamanan nasional, Korps Marinir AS juga membuat keputusan yang sama sehubungan dengan Facebook. Dari beberapa pegawai yang diwawancarai Nucleus Research, ditemukan bahwa dari 77 persen pegawai yang memiliki account Facebook, 61% mengunjunginya selagi di tempat kerja selama rata-rata 15 menit per hari, yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas 1.47% dari seluruh populasi pegawai. Meskipun kita tidak bisa memastikan apakah kelompok studi ini benar-benar responsif, karena hanya berisi 237 pegawai, fakta menunjukan bahwa orang dapat dengan mudah tergoda oleh jejaring sosial dan membuang banyak waktu kerja. Studi yang dilakukanNucleus Research juga menemukan bahwa satu dari 33 pegawai membuat profil Facebook mereka di tempat kerja, dan 87% mengatakan bahwa pada dasarnya mereka membuka Facebook yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

3.      Malware, Pencurian Identitas an Kebocoran Data

Situs jejaring sosial bisa menjadi “kendaraan” pengirim malware dan spyware yang diam-diam ditanamkan cybercriminal. Program-program berbahaya ini dapat menyebar ke seluruh jaringan internal perusahaan, dan pada akhirnya mendatangkan malapetaka bagi perusahaan. Dengan menhancurkan atau menonaktifkan sistem dan data yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka, malware dapat memberi dampak yang luar biasa terhadap produktivitas, disamping “membuang-buang waktu” bagian TI. Malware dan spyware juga dapat membombardir jaringan internal dengan spam, serangan phising, dan mencuri nama user dan pasword. Selain itu, waktu yang dibutuhkan bagian TI untuk melawan malware dan serangan spyware bisa sangant mahal.

4.      Membahayakan Rahasia Perusahaan

Para cybercriminal seringkali tidak perlu spyware canggih untuk mendapatkan informasi rahasia perusahaan. Para pengguna jejaring sosial yang naif seringkali lebih terbuka tentang informasi pribadi atau rahasia di situs jejaring sosial. Meskipun pengguna Facebook dapat membatasi halaman mereka ke sejumlah “teman-teman saja, banyak pengguna yang membuka profil mereka ke publik dan berteman dengan orang tidak dikenal, termasuk “kolega” tidak dikenal yang mengaku bagian dari perusahaan yang sama (terutama di perusahaan besar, dimana kita tidak bisa mengenal semuannya).

Pembicaraan dengan “kolega” ini dapat mengarah ke rahasia perusahaan. Nucleus Research mengambil contoh peraawat rumah sakit yang berbagi informasi pasien dengan perawat shift berikutnya melalui Facebook. Jika ada teman-teman Facebook lain dari perawat tersebut yang bukan pegawai rumah sakit, rumah sakit bisa dinyatakan melanggar peraturan HIPAA. Hal serupa bisa terjadi pada pengacara yang melanggar kerahasiaan klien dengan cara yang sama. Selain itu, jika pengacara memberikan nasehat hukum teman-teman Facebook, mereka secara tidak sadar telah berada dalam status pengacara/klien.

Nucleus juga mencatat adanya tren di kalangan user yang menggunakan Facebook sebagai platform e-mail alternatif. Meskipun banyak perusahaan memonitor account e-mail biasa, jika mereka tidak dapat atau tidak memonitor Facebook pengguna dapat menghindari kontrol e-mail perusahaan, dan secara sengaja atau tidak sengaja melanggar kebijakan perusahaan.

5.      Konsumsi Bandwidth

Video, media streaming lainnya dan download lain dari situs media sosial, seperti YouTube, MySpace, dan Flicker dapat mengonsumsi sejumlah besar bandwidht. Ketika pegawai sibuk mendownload video misalnya, aplikasi bisnis penting bisa menjadi sangat lambat. Jika perusahaan tidak membatasi akses ke situs-situs tersebut, mereka akan mengalami penurunan produktivitas atau menambah investasi dengan memperbesar bandwidth.

6.      Risiko Reputasi Terbuka

Melesatnya promosi online lewat media ini bukannya tanpa risiko bagi pihak atau perusahaan yang memanfaatkannya. Perusahaan sekarang menjadi terbuka terhadap opini public. Risiko apa yang terbuka di sini? Terutama adalah risiko reputasi (reputation risk) . Memasuki ranah diminta pengguna media social dapat memberi komentar apa saja merupakan risiko yang dapat mengganggu bisnis perusahaan, khususnya apabila pernyataan negative yang mendominasi komentar.

Sehingga perlu sosialisasi berkelanjutan agar penggunaan jejaring social ini dapat produktif yakni : sosialisasi pegawai yang berkelanjutan, aturan dan sanksi, dan menggunakan web filtering.

1.      Sosialisasi

Setiap pegawai yang mengirin e-mail, SMS, instant message atau mengakses situs Internet manapun, tidak hanya situs jejaring sosial, harus mengetahui bahaya malware, virus, pencurian identitas, kebocoran data, dan terungkapnya rahasia perusahaan. Untuk itu, perlu adanya sosialisasi bagi para pegawai, dan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari orientasi pegawai baru. Karena jaringan sosial sangat populer, dan menjadi tempat kerja kedua bagi banyak pegawai. Perlu adanya perhatian khusus terhadap informasi perusahaan yang terekspos di situs tersebut. Jika memang relevan, perlu adanya konsleting tentang kerahasiaan dan perlindungan hukum.

2.      Persiapan dan Knowledge Management
Itu sebabnya, perangkat social media harus dipersiapkan sebaiknya. Ketika itu diluncurkan, masalah management memegang peranan sangat penting. Harus diupayakan adanya partisipasi user yang aktif. Moderator harus smart untuk mendorong ramainya conversation yang produktif: ramai dan bermanfaat. Perusahaan yang sigap, akan siap menanggapi kritik online terbuka.

Sumber:

www.marketing-jive.com/2007/09/11-business-benefits-of-using-facebook.html

http://vibizmanagement.com/journal/index/category/risk_management/78/60

 

 

 

BERITA BINUS : BINUSIAN SIAP MENGHADAPI STRES MELALUI HYPNOTHERAPY

Leave a Reply

  

  

  


*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.